Guru-guru di Pedalaman Perlu Subsidi 5 Juta Per Bulan

NABIRE – Kondisi darurat pendidikan di Provinsi Papua harus segera ditangani dengan kebijakan dan tanggap darurat pula. Untuk jangka pendek, pemerintah perlu memberikan subsidi setiap guru yang bertugas di daerah pedalaman atau pegunungan Papua sebesar 5 Juta per bulan. Demikian dikatakan pemerhati masalah pendidkan, Daut Keiya, Minggu (20/5) menanggapi kondisi darurat pendidikan di Provinsi Papua.Seperti diberitakan, pendidikan di Papua barada dalam kondisi darurat dan memprihatinkan. Karena pada umumnya sekolah yang ada di pedalaman atau pegunungan hanya diasuh dua orang guru. Sebagian besar guru yang ditempatkan di daerah pegunungan tidak betah dan meninggalkan sekolah tempat mereka mengajar, karena tingkat kesejahteraan sangat minim. Dalam situasi darurat itu, kadang-kadang pemuda-pemuda pengangguran berijazah SMU/K/A menjadi tenaga guru sukarela, mengajar murid-murid yang terlantar akibat ditinggal guru yang umumnya berasal dari luar Papua.Menurut Daut, kondisi darurat ini sangat disesalkan, karena pemerintah pusat, khususnya Mentri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dan pemerintah daerah Provinsi Papua maupun kabupaten/kota yang ada ini seperti tutup mata dan tidak memperhatikan nasib guru di pedalaman Papua. Para guru itu tidak betah mengajar di pedalaman, karena memang tingkat kesejahteraan sangat rendah. “Mereka ambil gaji saja di ibukota kabupaten, biayanya sangat mahal karena masalah transportasi. Ongkos mengambil gaji itu, jauh melebihi gaji mereka. Belum lagi mau ketemu dengan keluarganya di kota, jadi pengeluarannya bisa 1.000 kali lipat dari apa yang diterima,“ tukas Daut. Dikatakan, orang dari luar Papua, paling lama dua minggu bertahan di pedalaman. Kalau sudah tiga minggu itu sudah lama. “Bagaimana bisa bertahan di pedalaman, kalau kebutuhan biaya hidup jauh lebih besar dari gajinya. Karena itu pemerintah harus memberikan subsidi bagi guru berupa subsidi transportasi dan beras, agar mereka bisa hidup layak dan betah mengabdi di daerah pedalaman,” katanya. Menurut Daut, subsidi bagi guru di pedalaman sebesar 5 juta rupiah per bulan itu tidak besar. Kalau saat ini diperkirakan sekitar 100 orang guru di sana, pemerintah hanya mengeluarkan dana sebesar 500 juta rupiah sebulan atau 60 miliar rupiah per tahun. Jumlah 60 miliar rupiah untuk pahlawan tanpa tanda jasa di pedalaman Papua tersebut sangat kecil. Dana itu bisa diambil dari dana cadangan umum yang tiap tahun dianggarkan 5,6 triliun rupiah. Apalagi jumlah 60 miliar rupiah setahun bagi guru di Papua itu tidak ada artinya dibanding subsidi bagi BUMN, seperti Garuda, Merpati yang jumlahnya bisa mencapai 75 miliar rupiah per tiga bulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beasiswa
Daut meminta Gubernur Papua maupun bupati-bupati dan walikota serius memerhatikan kondisi pendidikan di Papua. Dikatakan, kalau tidak ada kebijakan darurat bagi Papua, maka sampai 100 tahun pun rakyat Papua akan terus bodoh, sementara kekayaan alamnya terus dirampas.
Selain subsidi, untuk jangka panjang, Daut juga mengusulkan agar pemerintah memparsiapkan putra-putri asal Papua menjadi guru di daerah pedalaman dan pegunungan. Mereka itu harus diberi beasiswa dan ikatan dinas sehingga setelah tamat mereka ditempatkan di daerahnya masing-masing. “Pemda seharusnya menginventarisasi putra-putri yang bisa dipersiapkan menjadi guru, lalu diberikan beasiswa dari pemerintah pusat. Selain ini pemerintah tidak pernah melakukan terobosan darurat untuk mengatasi masalah pendidikan di Papua. Orang-orang yang dikirim ke sana, hanya mencari pekerjaan sebagai PNS, setelah itu mereka pindah ke kota, sehingga sekolah yang ditinggalkan menjadi telantar,” ujarnya.(west)

http://kabupatennabire.com

8 Tanggapan ke “Guru-guru di Pedalaman Perlu Subsidi 5 Juta Per Bulan”

  1. rivafauziah Says:

    Semoga yang dicita2kan tercapai, tapi kalau 5jt per bulan apa tidak terlalu besar.. Untuk Wilayah Jawa – Cianjur Jawa barat Gaji Guru 1 Jutaan atau malah bisa kurang.. ya standart UMR lah…

    Memang Kendala adalah Nilai Rupiah yang berbeda, Ambil gaji saja nilainya malah melebihi Gaji.. Kalau di Cianjur-jawa barat.. gaji guru bisa diambil di depan sekolah ATM, kalau yang di daerah terpencil (wilayah Cianjur) ambil uang l di BANK KECAMATAN yang kalau dihitung naik OJEK paling mahal bayar Rp. 5.000 rupiah, karena hampir setiap Kecamatan bahkan desa sudah ada BANK minimal BRI.

    Salam Kenal kembali..

  2. edi Says:

    mophon info guru kontrak di papua

  3. edi Says:

    mophon info guru kontrak di papua, hubungi ke 081578629345

  4. alphani nurmasohi Says:

    salam kenal…..
    mohon info guru di papua,saya lulusan akta 4 dan ingin sekali mengajar di manokwari/nabire, klau bisa hubungi ke 081263702235 atau 087858091680

  5. Ar'ruum Rasyid Says:

    Nama Saya Ar’ruum Rasyid….saya adalah seorang engineer di Jakarta.. tapi saya lulusan SMK Telkom Makassar..saya ingin sekali bekerja di daerah terpencil kalau bisa di Halmahera-Maluku kalau tak salah ..terutama guru Matematika….minta pertolongannya yah Mas yah…

    saya bosan hidup di Jakarta…saya mau di daerah terpencil…yang masalah kegiatan sekolahnya masih dibawah standart sekolah berprestasi…CALL ME 081807272652

  6. Oswald Rendusara Says:

    Bagaimana kalo sy ingin mengajar di Papua? Caranya? Sy lulusan Sarjana di Jkrta. dan ingin mengabdi sebagai guru di tanah Papua.

  7. Oswald Rendusara Says:

    Sy ingin mengabdi di Papua ni no.ku 081210803373, thx

  8. budi murni pulungan Says:

    saya lulusan universitas negeri medan, jurusan pendidikan ekonomi akuntansi.ingin sekali mengajar di papua…ini no hp saya….081264605562


Tinggalkan Balasan