Disadur dari:
Breaking News / Nusantara / Rabu, 29 April 2009 16:24 WIB
Metrotvnews.com, Jayapura: Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Christian Zebua membenarkan adanya aksi amuk sejumlah anggota Batalyon Infanteri 751 Sentani di markas mereka di Sentani, Jayapura, Papua, siang tadi. Pasukan mengamuk dan merusak markas batalyon mereka sendiri.
Menurut Christian, aksi ini dipicu oleh kemarahan anggota Batalyon 751 terhadap komandan batalyon dalam menangani jenazah anggota Yon 751 yang meninggal dunia pada 28 April silam, Prajurit Satu Djoko. Jenazah Pratu Djoko diminta pihak keluarganya untuk di kirim ke Nabire, Jayapura, Papua.
Namun, danyon 751 yang mengupayakan pesawat sewa untuk memberangkatkan jenazah ke Nabire, mengemukakan masalah sewa pesawat yang terlalu besar, yaitu Rp 90 juta. Untuk mengatasi kendala dana tersebut, anggota batalyon dan danyon sepakat menanggung bersama biaya sewa pesawat.
Tapi, setelah jenazah terkirim ke Nabire, anggota Yon 751 justru mempertanyakan biaya yang telah mereka keluarkan. Mereka merasa keberatan untuk ikut menanggung biaya tersebut karena seharusnya seluruh biaya ditanggung Yon 751. Atas kekecewaan itu, mereka lalu mengamuk dan melempari markas mereka sendiri. Situasi ini membuat suasana di sekitar Markas Batalyon 751 mencekam.
Christian mengaku hingga saat ini belum mengetahui insiden itu menimbulkan korban luka atau tidak. Yang pasti, untuk meredam ketegangan ini, Pangdam Trikora sudah turun ke lapangan.(DSY)












April 29, 2009 pukul 3:43 pm
Pesawat yang digunakan bukan nya pesawat KASA? itu tuh pesawat milik militer juga, wah betapa mahalnya harga sewa pesawat itu apa lagi untuk anggota sendiri :thinking: